visitors

Flag Counter

Minggu, 03 Maret 2013

PERCOBAAN RESPIROMETER

PERCOBAAN RESPIROMETER (BAHAN UJIAN PRAKTEK BIOLOGI)


Tujuan:
  1. Mempelajari pernapasan hewan
  2. Melihat faktor-faktor yang memmpengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan pada saat pernapasan.
Alat dan bahan:
  1. Respirasi sederhana
  2. Timbangan
  3. 2 ekor jangkrik
  4. Kristal NaOH/KOH
  5. Eosin/tinta
  6. Vaselin/plastisin
  7. Kapas
  8. Pipet/syiring
Cara kerja:
  1. Bungkuslah Kristal NaOH/KOH dengan kapas, lalu masukkan dalam tabung respirometer.
  2. Masukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya ke dalam botol respirometer, kemudian tutup dengan pipa berskala.
  3. Oleskan vaselin/plastisin pada celah penutup tabung.
  4. Tutup ujung pipa berskala dengan jari kurang lebih satu menit, kemudian lepaskan dan masukkan setetes eosin dengan menggunakan pipet /syiring.
  5. Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 2 menit selama 10 menit.
  6. Lakukan percobaan yang sama (langkah 1 sampai dengan 5) menggunakan jangkrik lain dengan ukuran yang berbeda.
HASIL
Kedudukan Eosin
No. Berat tubuh hewan (gram) Skala kedudukan eosin per 2 menit
1 2 3 4 5
1. 0,0987 gram 0,35 0,54 0,58 0,66 0,72
2. 0,384 gram 0,01 0,02 0,045 0,085 0,14
Volume Oksigen
No. Berat tubuh hewan (gram) Volume oksigen per 2 menit Volume (ml)
1 2 3 4 5
1. 0,0987 gram 0,35 0,19 0,04 0,08 0,06 0,72
2. 0,384 gram 0,01 0,01 0,025 0,04 0,055 0,14
Volume rata-rata oksigen per menit
  1. Jangkrik kecil (0,0987 gr)
= 0,72/ 10= 0,072 ml/ menit
  1. Jangkrik besar (0,384 gr)
= 0,14/ 10 = 0,014 ml/ menit
Laju konsumsi oksigen
Rumus = volume rata-rata/ berat hewan/ waktu
  1. Jangkrik kecil
= 0,072/ 0,0987/ (10/ 60)jam
= 4,2912 mL/ gram/ Jam
  1. Jangkrik besar
= 0,014/ 0,384/ (10/ 60)jam
= 0,0365 mL/ gram/ Jam

Keterangan:
Dari data yang dihasilkan, maka dapat diketahui bahwa jangkrik kecil memerlukan lebih banyak oksigen dalam pernapasan, daripada jangkrik besar. Hal ini, dikarenakan ukuran tubuh dan aktivitas jangkrik merupakan faktor yang mempengaruhi dalam proses respirasi.
Pembahasan
Dalam percobaan ini, khususnya pada percobaan yang menggunakan respirometer, digunakan KOH. Fungsi dari larutan ini adalah untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari larutan Brodie benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen. Adapun reaksi yang terjadi antara KOH dengan CO2 adalah sebagai berikut:
KOH + CO2 → K2CO3 + H2O (Chang, 1996)

Selain KOH, Larutan Brodie juga merupakan komponen yang penting. Komponen larutan Brodie adalah NaI, stergent, dan evan’s blue. NaI merupakan senyawa yang sukar bereaksi, sehingga tidak akan timbul penyimpangan data yang didapat. Stergent merupakan senyawa mirip detergent yang menyebabkan pergerakan larutan Brodie di sepanjang pipa kapiler menjadi mudah karena tegangan permukaannya menjadi kecil. Evan’s blue merupakan senyawa yang menyebabkan larutan Brodie berwarna biru.


SOURCE : http://irwanalyani.wordpress.com/2010/05/01/laporan-praktikum-respirasi-jangkrik/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar